Lingkungan Hijau Kurangi Stres pada Anak
Lingkungan Hijau Kurangi Stres pada Anak
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Ingin anak terhindar dari stres? Tinggal di lingkungan hijau atau asri
bisa menjadi jawabannya. Menurut studi terbaru ruang hijau dan udara
bersih adalah salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi
hormon stres pada anak-anak.
Hormon stres atau hormon kortisol adalah hormon yang diproduksi lebih
banyak saat tubuh mengalami stres, baik fisik maupun emosional. Kadar
kortisol tinggi dikaitkan dengan peningkatan gula darah, tekanan darah
meningkat, nyeri punggung, penipisan tulang, obesitas, hingga insomnia,
kecemasan, dan kelelahan.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris mudah
Sebuah penelitian yang
dipublikasikan dalam jurnal Pshychosomatic Medicine mencoba mempelajari
hubungan tingkat hormon kortisol anak dengan lingkungan mereka. Hasilnya
mengungkapkan, rata-rata di antara 113 anak-anak dari golongan
berpenghasilan rendah yang tinggal di lingkungan buruk kadar hormon
kortisolnya bisa mencapai 75 persen.
Namun, ketika mereka
melihat tingkat kortisol pada 32 anak berpenghasilan rendah yang tinggal
di lingkungan berkualitas (lingkungan asri dan nyaman), rata-rata
berada di persentil 45.
"Studi kami menunjukkan kualitas
lingkungan tempat seorang anak tumbuh adalah salah satu dari beberapa
faktor yang dapat memiliki efek perlindungan pada kesehatan mereka,"
ujar asisten profesor Universitas California, Danielle Roubinov.
Baca
juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Dalam studi ini,
para peneliti melakukan perbandingan hormon kortisol dalam sebuah grup
berisi siswa taman kanak-kanak. Peneliti juga meminta orang tua dan guru
melaporkan kesehatan anak-anak secara keseluruhan dan setiap gangguan
yang dapat mencegah mereka berpartisipasi dalam kegiatan yang
diinginkan.
Roubinov menyebutan kualitas lingkungan untuk
anak-anak dinilai dengan ukuran tertentu. "Kualitas lingkungan dinilai
dengan ukuran yang mengevaluasi akses ke ruang hijau, paparan terhadap
racun lingkungan, dan ketersediaan pusat pendidikan anak usia dini dan
toko yang menjual makanan sehat," kata Roubinov.

Comments
Post a Comment